Kantor PBB di Afrika Tengah dijarah

penjarah menyerbu kantor pbb dan rumah karyawannya sesudah pemberontak menduduki ibukota republik afrika tengah, bangui, tutur juru bicara pada senin.

tembakan dan penjarahan berlanjut ketika dewan keamanan pbb dijadwalkan membicarakan situasi tersebut selama hari sama, papar juru bicara badan dunia tersebut, martin nesirky. tampaknya masih banyak tembakan juga penjarahan dalam bangui, papar nesirky terhadap wartawan.

beberapa kantor pbb juga tempat terserah karyawan, menarik masyarakat setempat ataupun asing, dijarah, tambahnya.

ke-15 negara anggota dewan keamanan pbb diperkirakan menganggarkan pernyataan meminta kembali ke undang-undang dasar sesudah presiden francois bozize lari daripada pemberontak di minggu.

ada presiden masih, menyatakan diri dengan cara benar-benar tak sah serta pertanyaan kami adalah bagaimana terserah ke undang-undang dasar, apa pemilihan publik secepat mungkin, kata duta sulit prancis supaya pbb, gerard araud, kepada wartawan ketika mengumumkan pertemuan itu.

dalam beberapa hari mendatang, kami akan menyaksikan apa dan bisa kami lakukan supaya meyakinkan presiden baru tersebut supaya menyelenggarakan pemilihan publik, semakin araud.

pemimpin persekutuan pemberontak seleka michel djotodia mengaku diri pemimpin masih republik afrika sedang. terhadap radio france internationale, ia mengatakan berencana menggelar pemilihan publik bebas dan terbuka selama tiga tahun.

prancis, amerika serikat dan ketua perserikatan bangsa-bangsa ban ki-moon meminta pemberontak mentaati kesepakatan perdamaian 11 januari, yang membentuk pemerintah persatuan bangsa. sejauh ini, perdana menteri, nicolas tiangaye, tetap menjabat.

Informasi Lainnya: